Cara Analisis Teknikal Saham

Sebagai nahkoda perusahaan, ia terjun langsung mengawasi kinerja reksadana. Dengan berinvestasi di produk tersebut, Irvin dapat menilai keunggulan dan kekurangan produknya. Pria berusia 46 tahun ini juga memiliki pengalaman rugi selama berinvestasi.

Dari buku panduan ini kamu bisa belajar tren pergerakan saham di masa lalu. Pola yang terbentuk, efek dari pembentukan pola, dan masih banyak lagi. Jika ingin melakukan day trading saham, sangat penting bagi kamu untuk memahami analisis teknikal. Tidak mudah memang, karena kamu harus memahami banyak pola dan grafik yang terbentuk.

Belajar menganalisa saham

Trader juga akan melakukan level cease loss serta goal profit dari sebuah transaksi yang dilakukan. Trader tidak boleh lupa akan aturan danger, reward dan ratio ketika menentukan stop loss dan target profit. Gunakan indikator stochastic untuk menentukan apakah saham ini sudah cukup murah untuk dibeli. Tidak sedikit yang digerakkan oleh isu harian di lantai bursa setiap hari, tanpa peduli, apakah kinerja saham bagus atau tidak. Kinerja perusahan yang buruk tidak mungkin membayar deviden, karena keuntungan akan digunakan kembali untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

Belajar saham dan belajar foreign exchange, mulai dari cara mengelola, bertransaksi hingga bagaimana melihat dan menganalisa market saham dan forex, semua akan Anda dapatkan di CAT Institute. Indikator yang telah digunakan lebih dari 50 tahun ini merupakan salah satu indikator teknikal yang bisa membantu kita menemukan momentum yang baik saat menentukan entry point. Buat saya faux out itu sebenarnya tidak ada, yang ada kitalah yang tidak teliti analisa. Saya tahu benar, karena dulu pas awal belajar saya juga mengalami fase ini.

Ini faktor penting, karena kadang kala asumsi penjualan ditetapkan berdasarkan ‘feeling’. Tentu perusahaan besar tidak akan melakukannya menggunakan feeling namun information kuantitatif. Namun kebanyakan investor individu melakukannya berdasarkan feeling. Jadi, kemampuan melakukan market research itu penting, atau setidaknya gunakan jasa profesional. Hhhmmm… tapi gimana kalau candlesticknya punya ekor atas yang panjang dan ekor bawah yang pendek atau sebaliknya?

Investor saham yang sukses selalu mendasarkan investasinya pada nilai intrinsik saham dan mengejar saham-saham yang murah dengan foundation itu. Mereka akan membeli saham perusahaan dengan elementary kuat saat harganya di pasar turun, lalu baru menjualnya saat harga lebih tinggi. Kuncinya, jangan mengambil keputusan ekstrim saat kondisi pasar sedang bullish . Anda dapat bayangkan jika punya modal besar hanya dalam beberapa menit saja dapat meraup keuntungan jutaan rupiah dengan sistem seperti ini. Namun sejatinya, transaksi seperti ini sangat menguras waktu, energi dan emosi. Harga yang berfluktuasi dengan cepat menuntut kemampuan investor saham yang berpengalaman dan dapat mengontrol emosi untuk melakukan transaksi pada saat yang tepat.